14/03/2017

My Moment and My Trip along Kopdarnas CFC 2017


Ini kisahku, ini perjalananku seputar (sebelum, selama, dan sesudah) acara pertemuan akbar se Indonesia Kopdarnas grup kesayangan Craftalova Fabric Club di Jogja 2017.

Berawal dari keinginan yang terbetik oleh beberapa teman di komunitas, terutama di grup wa sisterhood cfc untuk saling bertemu di dunia nyata tak hanya maya, maka tercetuslah untuk mengadakan pertemuan akbar seluruh member CFC se Indonesia, maka kita-kita bersepakat dan terpilihlah mba Inen Kurnia dari Demen Handmade, untuk menjadi ketua tim panitia acara kopdar ini. kemudian mba Inen memilih 5 orang koordinator sisterhood wilayah lainnya untuk menjadi tim panitia kopdar yaitu: Emmanuella Juliette Padma dari Otang, mba cantik Ina Andrianto dari Kriya Cantik Bekasi, Mei Wulandari dari Jaric Jogjakarta, Elly Kuel dari Soloraya Fabric Club dan Yulia Sembiring dari La Sew Semarang 
Kemudian ditetapkan tanggal 25-26 februari 2017 bertempat di Banyumili Resto Jogja
 (hari 1) dan tour de craft ke pengrajin kulit di Manding (hari 2)


official photo: Elly Kuel
Tim panitia kopdarnas dan tim redaksi buletin CFC
Kerjasama tim yang kompak tak kalah pentingnya dibantu oleh para korwil (koordinator wilayah) yaitu yang menangani pendaftaran peserta di masing-masing grup wilayahnya supaya terkoordinasi dengan baik. Meski tidak semua korwil dapat hadir di acara kopdar ini. Para korwil ini adalah para koordinator grup sisterhood seperti mba Shanti Nandayani (Jakarta Timur Crafter Club), Elva Susianti (Riau Crafter Club), Yenni Sariasih (Bengkulu), Yessi Silangit (Jakarta Barat Sewing Club ), Hersanti Rahayu ( Poetri Bandung), Liana Tauw (Bogor Crafer Club), Savitri Ummu Faris (Bali Loves Handmade), Utari (Sepur Gandheng), dll maaf jika ada yang belum disebut, serta para tim panitia sendiri yang juga adalah korwil sisterhood groupnya masing-masing.

Pengelompokan peserta ini memudahkan untuk koordinasi, untuk diluar sisterhood ataupun yang tidak tergabung dalam salah satu grup sisterhood manapun ada kelompok tersendiri yang di sebut OOS (Out of Sisterhood), dan ada tim redaksi buletin CFC. dan saya termasuk ke dalam tim redaksi buletin di OOS. Pengaturan kelompok semacam ini keren sekali dan memudahkan untuk kontrol dan pendataan.

Lalu dimulailah pengumuman di grup CFC mengenai pendaftaran peserta kopdarnas ini pada bulan November 2016. semula ditargetkan sekitar 300 peserta saja, lagipula di awal2 cuma dari grup sisterhood saja yang mendaftar, belum ramai... ehh... ternyata di akhir november kita mesti nambah kuota menjadi 430 peserta. pendaftaran terpaksa ditutup. belakangan... banyak yang waiting list dan masih mau mendaftar, bahkan sampai setelah selesai kopdarnas masih ada aja yang berminat ikutan karena ketinggalan info, hehe....




Buat saya yang berdomisili di Banda Aceh, bukanlah hal mudah untuk bisa bepergian jauh saat ini. tidak seperti masa lajang dulu ... uhuk... masih bebas mau melanglang kemana aja, sekarang ijin suami yang penting. Alhamdulillah pak suami bersedia menemani dan sekalianlah kita rencanain untuk liburan. dari Jogja setelah acara kopdarnas kami berencana akan lanjut pergi ke Bali. asyiik... suami ijin cuti ke kantornya seminggu plus 1 hari, Arza juga ijin sekolah. saya? haha... cukup ijin cuti ke suami... karena ibu rumah tangga..^^

Dari Banda Aceh tanggal 24 Feb hari jumat, naik pesawat ke Jakarta dan langsung menuju Stasiun Gambir naik kereta api ke Jogja. Pengen  beri pengalaman baru ke Arza rasanya naik kereta api untuk pertama kali. Sampai di Jogja tengah malam, eh... dihubungi mba Aida katanya mau jemput dari stasiun Jogja ke hotel. asyiikk... alhamdulillah... thankyou mba Aida.

Cerita dari teman-teman peserta lain menuju Jogja dari berbagai daerah ga kalah seru. Ada yang rombongan pesawat, ada yang rombongan kereta, dan lain sebagainya. Timeline facebook riuh dengan cerita keberangkatan peserta kopdarnas. padahal acara belum dimulai... semua exciting. Maaf jadi bikin baper yang ga bisa ikutan kopdar... hehe...

Di Jogja saya menginap di homestay Omah Cemara yang berada tepat di samping Banyumili resto. dan jadi basecamp sementara tim redaksi buletin. Kita sewa satu rumah satu harian itu. Saya duluan datang malamnya (pake acara ga ada yang bukain pintu lama sekali ga ada orang, sampai dibantu satpam komplek buat bangunin mas Ino, staf di homestay tsb), kemudian pagi harinya mba Yana, Putri, Syifa datang dari rombongan kereta yang dijemput mba Aida juga dari stasiun ke penginapan, disusul mba Indar dianter temennya, lalu mba Merry beserta keluarga, terakhir mba Wied beserta keluarga. mba Aida karena memang tinggal di Jogja ya ga ikut nginep, She is very helpfull. Kerjaan wuss cepet beres dan sangat terbantu oleh mba Aida. Selama ini memang bagian distribusi buletin dari mba Aida. segala macam hasil produksi tim redaksi seperti buletin, agenda, pernak pernik lainnya mba Aida yang menangani. Ini pertama kalinya semua tim redaksi ketemu dan berkumpul (kecuali mba Syafira).  dan senaaangg tentunya serasa kawan lama yang lama tak bersua, sudah akrab aja. Padahal selama ini sudah setahun lebih kita komunikasi hanya via whatsapp.
photo by: Putri Nur Fauziah Andriyanti 
Tim buletin CFC, kika depan: Putri, Wiwied, Aida, Syifa.
kika belakang: Merry, Yana, Ayu, Indar

Tanggal 25 feb 2017 hari H nya sudah ramai berdatangan para peserta ke Banyumili resto. ada yang rombongan dan ada yang datang sendiri-sendiri. Karena kami menginap di samping resto jadi saya bisa perhatikan yang datang. Nah.. ini agak konyolnya... saya ditemani mba Indar masuk ke tempat acara... lha kok... saya jadi grogi sendiri.. lihat orang ramai sekali... tiba-tiba puyeng... haha... pegang tangan mba Indar terus biar ga jatuh.... Semua peserta pada hari itu pakai kaos kopdarnas berwarna pink fanta, dan aneka jilbab berwarna sesuai grup sisterhoodnya masing-masing. Ada beberapa wajah yang saya kenal karena mereka sering eksis di facebook. yang lainnya saya mesti liat name tag karena ga hafal muka, tapi ada beberapa akun fb yang dikenal. Haha... sindrom ga nyaman di tengah keramaian tiba-tiba muncul, padahal udah nekat ni...untunglah teman-teman peserta pada ramah semua.

Suasana sangat menyenangkan diliputi kebagahagiaan akhirnya bisa bertemu tak hanya di dunia maya. Dipertemukan oleh passion dan hobi yang sama. Dari berbagai latar belakang profesi dan usia. Tak ada itu bicara politik ras agama dan perbedaan ga penting lainnya. Saling menghargai satu sama lainnya. Semua senang dapat saling bermanfaat, saling menginspirasi dalam berkarya dan saling menyemangati. 

Ga cuma hobi, di sini kita yang bisnis juga jalan terus lho... hehe. Para sponsor ada yang buka lapak selama acara. Barang-barang yang dijual adalah memang barang yang dicari dan dibutuhkan oleh para penghobi kreasi kain seperti bahan kain, kulit, mesin jahit, printilan membuat tas, souvenir, dan sebagainya. bahkan tim redaksi buletin laris manis jualannya... ^^ alhamdulillah.. saling bersinergi dan membawa manfaat bersama.




Selama acara berlangsung, selfie dan welfie tiada henti... hehe... alhamdulillah ada beberapa orang yang merekam secara langsung via FB live. Jadi member CFC lain di dunia maya bisa turut merasakan suasana acara hari itu. Saya duduk di samping Umi Fidh yang rajin menyiarkan secara FB live. Trims mba Umi.

photo: Inen Kurnia


by: Wahyu Suseno

Yang bikin tambah meriah acara adalah si pembawa acara dengan suara lantang bersemangatnya yaitu ibu ketua tim panitia Inen Kurnia. Dari siang sampai malam... itu suara tetap tokcer membahana...  tim panitia sungguh totalitas. Ah... apalah saya ini tinggal datang ke acara terima beres... mereka tim panitia dan tuan rumah Jaric bekerja keras menyiapkan acara sehingga sukses seperti ini. Tidak ada komplain berarti dari panitia atau peserta. Alhamdulillah acara berjalan lancar di hari pertama maupun di hari kedua
taken from Yana Ynsew fb photo album
Perkenalan 6 orang tim panitia kopdar


Layaknya EO profesional. Terimakasih sebesar-besarnya dan acung jempol untuk tim panitia dan tuan rumah. terimakasih juga kepada semua pihak-pihak terkait yang telah membantu, sponsor, korwil, dan member sekalian. Aih... saya sampai benar-benar terharu saat itu. air mata sampai mau keluar. ga nyangka sebelumnya bisa bertemu dengan teman-teman yang berdatangan dari seluruh penjuru Indonesia. Saat memberi kata sambutan, saya jadi kehilangan kata-kata... teks yang sudah saya siapkan jadi lupa...huhu.... maafkan ya... jadi malu-maluin karena demam panggung... serasa suara ga keluar saat itu. Malah ada pantun titipan suami jadi lupa dibacakan karena lupa bawa. ish... maafkan daku ya pak suami. karena pantun ini mewakili suara hati para suami yang istrinya hobi kain dan jejaitan... bisa dilihat di sini ya...
Pantun Bersatu Berkarya Bersama Craftalova



Sesi talkshow bertema: Berkarya untuk Indonesia Cintai Produk Indonesia. Nara sumber dan bintang tamu talkshow adalah mba Tunjung dari brand tas kulit Abekani dan mba Melani Kaloka sharing tentang seluk beluk produksi dan pemasaran karya handmade. Seharusnya ada mba Rita Marita dari Doya Indonesia yang tampil tapi qadarullah saat itu mendadak sakit. Selain itu ada mas Wahyu dari Gallery Mesin Jahit menjelaskan pengenalan mesin jahit dan perawatannya, ada juga sharing menarik dari Jejualan.com mengenai teknik pemasaran online. Kemudian mba Umi Fidh dan saya mengisi talkshow mengenai berbagi ilmu melalui buku. 

Yang tak kalah menarik adalah acara games dan doorprize. Bahkan sampai malam hari selesainya. wuah... doorprizenya buanyak banget... yang ditunggu-tunggu adalah doorprize berupa 4 mesin jahit. wow... sayangnya saya ga dapat mesin jahit tersebut, tapi alhamdulillah saya dapat doorprize pouch dari Erika & Martha

Alhamdulillah doorproze sampai ribuan itu tanda sayang dari banyak pihak untuk turut serta memeriahkan dan  menjadi bagian dari komunitas para pecinta kreasi kain ini. Terimakasih kepada semuanya yang tidak dapat saya sebut satu-satu. Semoga kebaikan kalian semua mendapat keberkahan dan kelimpahan dari Allah swt. Aamiin.
Selain doorprize saya mendapat piagam penghargaan dari tim panitia kopdar, yang frame pinggirannya buatan tangan mba Elly Kuel. 



Dan sama seperti peserta yang lain kita masing-masing mendapatkan goodibag yang isinya macem-maccem. Lucu-lucu deh... semua full buatan tangan penuh cinta... thankyou^^

isi goodiebag 


Saya juga mendapat kenang-kenangan manis dari teman-teman seperti di bawah ini:
- handbag rajut Dowa dari mba Umi Fidh, sambel pecel Blitar bu Titik dari mba Retno Gunawan (maaf ga sempat foto mba, udah digadoin waktu ke Bali ^^), talenan ukir (wood burning cutting board) kreasi dari mba Nyoman Aryani, bros cantik Kurnia Ayu, waterproof on dari mba Iyeth, handcream dari mba Silvi Vie, kalender meja dari BCC yang diberikan oleh ci Liana Tauw, dan goodiebag dari tim buletin Craftalova.  thank you semua...muah muah....


tas dowa dari Umi Fidh, dan talenan ukir dari Nyoman Aryani



kalender meja Bogor Crafter Club


bros cantik Kurnia Ayu
pelapis kain waterproof dari mba Iyeth
photo by: Indarwati Indarpati Ayaran


isian gudibeg produksi tim redaksi buletin CFC


Hari ke dua tanggal 26 Feb acara adalah tour

Sarapan sama tim redaksi buletin Craftalova sebelum jalan ke wisata belanja kulit, Manding

Kemudian rombongan tur peserta yang dikelompokkan menjadi 9 bus. Pertama tujuannya adalah pusat penjualan hasil kulit di Desa Wisata Manding. Di sini kami hanya melihat-lihat saja. Sepertinya tidak ada yang tertarik untuk membeli, hihi.. Yang menarik adalah meski cuaca cukup cerah, kumpulan para ibu ibu sewing crafter dengan tampilan sling bag handmade (hasil swap)lebih keren. beda dan menyenangkan melihatnya. sayang ga sempat memotretnya saat itu.
photo: Ayu Ovira

Tujuan selanjutnya ke pusat kerajinan kulitnya langsung. Naah... di sini baru menarik para peserta. Benar-benar jiwa crafter ya, lebih tertarik pada proses pembuatannya. Ramai-ramai kita pada beli handle kulit di sini. haha... saya kehabisan yang bagus-bagus.... udah pada diborong teman-teman semua...
photo: Ayu Ovira

Menyempatkan diri rehat sejenak dan berfoto berdua dengan mba Inen, yang baru saja mborong banyak tas kulit murah-murah untuk oleh-oleh. Wajah lelah mba Inen namun masih tetap ceria... bawaannya pingin nawarin pijit aja.. haha...
photo: Inen Kurnia

Setelah jalan-jalan ke Manding, kita semua kembali berkumpul makan siang di Waroeng Pohon. Tempatnya asik dan teduh, tetepp foto-foto ga ketinggalan. Meski antri makanan ala prasmanan lumayan panjang haha... tapi makananannya memang sedap. Cukup buat isi energi melanjutkan jalan-jalan ke Malioboro.
Kesempatan berfoto dengan teman-teman korwil dan mereka memberikan pin, ga bisa tukaran karena saya ga punya hehe.....

photo: Ayu Ovira
Lanjut jalan-jalan ke Malioboro, kami di bis no 9. Peserta tidak terlalu penuh di bis yang dipandu mba Aida. Di sini kami sempat lama berbincang-bincang dan berkenalan lebih dekat dengan teman-teman. Saya duduk di samping mba Yana waktu mau ke Manding, dan duduk dengan mba Anna Dwi R saat ke Malioboro

photo: Irma Herawati
Di ujung jalan Malioboro, ga lupa dong berfoto. Foto berdua dengan mba Aida, yang gayanya asik banget. Terimakasih banget mba Aida setelah itu nemenin saya sepanjang jalan Malioboro buat janjian ketemu dengan Arza dan pak suami yang udah jalan duluan dari tadi pagi ke Malioboro. Kita janjian di Ramai Mall.

note: itu tas sling bag biru yang saya pakai adalah hasil dari swap 'maksa' dengan mba Indarwati Ayaran. Maafkan daku ya mba, karena punyaku laminated cotton slingbag nya simple banget. ^^. Habisnya... saat acara swap kemaren malamnya ga ada yang mau tukeran sama punyaku heheh..... 

Tapi... di tengah perjalanan sepanjang Malioboro, beloklah saya ke toko Liman, yang ga mungkin ga mampir kalau belum pernah ke sini. Surganya para pecinta kain... haha.... di sini malah ketemu dengan teman-teman peserta lainnya. Di lantai dua toko Liman ini penuh dengan kanvas lokal yang menggiurkan. Di sini mesti pakai nomor antrian kalau mau dilayani pembeliannya. Padat dan ramai... tambah heboh lagi pas ada para member CFC hohoo....

Setelah berhasil keluar dari Liman, haha... karena hampir terlupa janji bertemu dengan pak suami, ditemeni mba Aida sampai di tempat titik pertemuan. Say goodbye dengan mba Aida, lalu kami kembali ke penginapan. Malamnya lanjut penerbangan ke Bali... wooo i'm coming home Singaraja....  sudah hampir 17 tahun yang lalu terakhir pulkam...

Di Bali kami menginap semalam di Denpasar di Hotel Bayt Kaboki. Sudah gugling sebelumnya untuk mencari hotel syariah di Bali. Ahamdulillah, sesuai ekspektasi. merasa nyaman aja bisa nginap di sini. Rencana pengen  nambah sehari lagi nginap di sini sebelum ke Singaraja akhirnya batal, ternyata hari itu sudah full booked. Ya, sudahlah... akhirnya kami melanjutkan ke Singaraja saja saat checkout siang harinya. Beruntung dapat sewa grab, karena katanya jarang ada grab yang mau nganter sampe Singaraja. Itu pun kata drivernya ga sengaja udah terlanjur klik ambil, hihi... alhamdulillah..


Badan udah cape karena perjalanan rasanya pengen tidur dan istirahat aja di Singaraja... hehe.. tapi mana bisa. sampai di sana, pijit-pijit dikit ini badan sama Oma Dien nya Arza, badan udah enak lagi. Lanjut deh selama 3 hari jalan-jalan ke Lovina, ke pelabuhan, dan ke Krisna beli oleh-oleh....
photo: Ayu Ovira
Lovina beach

photo: Asri Mahda
Krisna pusat oleh oleh
Selama di Singaraja sengaja menyempatkan diri ketemuan dengan sisterhood group Bali Loves Handmade di  Singaraja. Janjian dengan mba Atik Savitri, maka bertemulah kita di Rumah Makan Manalagi dengan 6 member lainnya.
photo: Savitri

Kain endek khas Bali.


kenang-kenangan flower felt dari mba Rhema

ke Ratu Busana 

Selepas dari Bali sebelum kembali pulang ke Banda Aceh, singgah sebentar main di Jakarta. Rencananya sementara Arza dan ayahnya berekreasi ke Dufan Ancol, saya mau berkunjung ke toko kain linen yang ngehits di grup, milik pak Manu Daryanani yaitu di toko Ratu Busana Patchwork & Quilting di daerah Pasar Baru Jakarta Pusat. Tapi, ternyata Arza mau ikut saya aja, ya akhirnya kita semua ke Pasar Baru. Sekalian janjian dengan mba Septi, editor dari penerbit Puspa Swara Publisher yang rencananya akan menerbitkan buku craft pertama saya, ehm....
photo: Ayu Ovira
suasana lantai 2 Ratu Busana. full of imported cotton and linen
Saya datang sekitar jam 10 pagi, toko baru aja buka. Disambut ramah oleh pegawai toko nya saya pun langsung mupeng lihat kain-kain yang dipajang di sana sini memenuhi toko. Ampun... udik banget deh saya. Selagi melihat-lihat dan meraba-raba tekstur kain, saya ditelpon pak Manu. memang saya sudah info sebelumnya waktu ketemu kopdarnas di Jogja bahwa tanggal 4 maret saya akan mampir ke tokonya. Pak Manu datang ke toko dan menyambut ramah, sambil ngobrol sambil saya pesan kain ini itu. Sampai-sampai saya hampir lupa janjian dengan mba Septi. Arza didudukkan di dekat pintu toko sementara saya lihat-lihat kain, jangan tanya pak suami kemana ya... so pasti beliau bosan nungguin saya dia jalan-jalan sendiri di sekitaran pertokoan di Pasar Baru itu. Untung mba Septi datang bareng anaknya, Bimo. jadinya Arza ada yang nemenin main gadget. anteng.... aman.... 

photo: Ayu Ovira

Setelah agak cape milah milih kain, menjelang siang pak Manu nawarin lunch. alhamduillah... asiknya selain dapat lunch dan dapat diskon beli kainnya, Arza juga dibeliin mainan. Trus...ga sengaja ketemu mba Rima Ambarwati di sini. Surprise ... ga nyangka ketemu member CFC juga di sini... akhirnya kita foto-foto dengan pak Manu. sebenarnya saat itu ketemu juga dengan seseorang yang dikenalin pak Manu bernama Linda. belakangan setelah pulang baru ngeh kalau ternyata beliau adalah ownernya SewInStyle. hehe...

photo: Rima Ambarwati

dan inilah hasil kalap di Ratu Busana. cuma nambah bagasi 1 koper aja....:D
photo: Ayu Ovira


Siang kami kembali ke hotel dan sorenya lanjut maen ke Dufan. Dari hotel Aston Marina tempat kami menginap lumayan dekat untuk ditempuh dengan berjalan kaki, sekitar 15 menitan. Akhir pekan tutupnya sampai jam 8 malam, alhamdulillah... Arza senang sekali. Meski lelah dia sangat menikmati. Esoknya kami kembali ke Banda Aceh.

pemandangan salah satu sudut kota Jakarta menjelang malam hari

...dan inilah kisah perjalananku kali ini. mudah-mudahan kopdarnas CFC berikutnya bisa datang dan menghadiri lagi.

No comments:

Post a Comment