27/11/2013

What is your passion?

photo by ayu ovira 2013
Nova, salah seorang tetanggaku sangat menyukai kerajinan tangan, seperti menjahit. Beberapa waktu yang lalu aku mensupport kegiatan liburan sekolah beberapa remaja putri di lingkungan tempat tinggalku dengan kerajinan berbahan felt, ternyata Nova menyambut dengan sangat antusias. Saat ia bertandang ke rumahku, ia baru kali itu melihat mesin jahit yang model portabel seperti milikku, karena yang ia tahu cuma mesin jahit Singer yang model goyang kaki itu. Anak ini sedikit pendiam dan agak pemalu, tapi aku bisa lihat matanya berbinar saat kusuruh ia mencoba menjajal mesin jahitku. Agak ragu, karena baru pertama kali pegang, seperti takut rusak barangkali. Ga sampai semenit, dengan sedikit instruksi dariku, ia sudah mulai menguasai mesin jahit dan jadi beberapa baris jahitan di sepotong kain perca bekas aku menjahit. Lalu aku tawari untuk belajar menjahit tas kain denganku, tentu ia sangat senang sekali. Keinginannya untuk belajar menjahit kuat sekali, dan ia sangat beruntung, selain belajar dariku, ia juga belajar menjahit baju dari tetangga depan rumahku yang juga penjahit rumahan. Denganku, sudah jadi beberapa tas dan pouch yang simpel, dan dengan tetanggaku yang penjahit itu, sudah jadi beberapa baju, bahkan baju lebaran kemaren ia jahit sendiri gamisnya. Ahaiiii... asiknyaa...
Akhirnya tiba masa tamat SMP dan harus mendaftar sekolah lanjutan, ia galau antara meneruskan ke SMA biasa atau sekolah kejuruan. Keinginannya masuk sekolah kejuruan tata busana, tapi kendala takut banyak menghabiskan biaya praktek nantinya akan memberatkan orang tuanya. Lagipula tempatnya lumayan jauh juga dari rumah. Tapi, akhirnya ayahnya mengizinkan ia melanjutkan ke sekolah kejuruan, dan akan mengusahakan untuk memenuhi jika ada biaya untuk praktek yang dibutuhkan nantinya. Hmm, si Nova ini kelihatannya pendiam, tapi kalau menunjukkan punya tekad kuat, orang di sekitar jadi bersemangat untuk mewujudkannya ya... aku jadi bersemangat juga kalau ngajarin jahit tas padanya. Meskipun dengan sebatas kemampuan yang ada padaku. Anaknya mau belajar dan berusaha, kalau dikasih tahu cara menjahitnya begini atau begitu, ia cepat paham, dan yang aku suka, jahitannya rapi. Dan kalau ada yang salah jahit, dia mau aja aku suruh dedel dan mengulang jahitannya.
Sekarang jadi agak kehilangan dirinya, karena ia sudah sibuk dengan sekolahnya. Tapi masih sering ketemu kok, wong tetanggaan. Darinya aku melihat bahwa sejak remaja, Nova sepertinya sudah menemukan 'passion'nya yang membuatnya bisa memutuskan untuk meneruskan sekolah di bidang yang ia inginkan. ia bersemangat sekali dengan pilihannya itu.
Jadi ingat waktu aku remaja dulu, ga terpikir mau ngelanjutin sekolah kemana, ngikut arus aja. Cita-cita sih ada, tapi banyak, sampai bingung sendiri. Pernah waktu SMA bersemangat sekali untuk melanjutkan ke sekolah desain karena aku suka menggambar dan mendesain kartu ucapan untuk teman, tapi seiring waktu berjalan aku malah kuliah masuk jurusan ekonomi. dan kerjaan di lembaga kemanusiaan. Tapi itulah yang namanya 'passion' ya. Aku cenderung suka pada dunia desain. Jadi meskipun dunia sekolah, kuliah dan dunia kerja ga ada kaitannya tetap aja ada kecenderunganku untuk memuaskan batin terhadap apa yang aku sukai. waktu sekolah dulu, aku ikut kegiatan mading, dan majalah sekolah, dan juga menggambar ilustrasi artikel di buletin sekolah. Ketika kuliah pun aku ikut aktif di majalah kampus, kalau ada bagian pengumuman, aku ngajuin diri untuk buat posternya. Suka photograpy juga sejak kuliah. Dan setelah lulus kuliah, aku ambil kelas sore khusus desain, dan menjadi freelance desainer grafis sejak saat itu, sampai akhirnya bencana tsunami di Aceh. Aku bekerja pada beberapa lembaga kemanusiaan yang saat itu menjamur di Aceh. Kebanyakan kerja lapangan, kayanya kurang cocok buatku, tapi aku nikmati saja, sampai akhirnya aku ditempatkan di bidang yang sesuai dengan minatku di desain, yaitu di bagian materi pelatihan dan publikasi. wow, kenangan yang indah. I love what i do!. Aku sangat menikmati sekali pekerjaanku saat itu, mungkin karena sesuai dengan 'passion'ku. Kemudian setelah menikah, aku berhenti bekerja, dan punya anak. Mulailah mencari sesuatu untuk bisa dikerjakan di rumah. Dasar ga bisa duduk-duduk aja kalau ga ada kerjaan, mulailah tertarik melihat gambar-gambar hasil kreasi craft di internet. Duh, kayanya cocok ni, kalau kerja dari rumah, bisa sambil mengurus keluarga, ga perlu keluar rumah. Mulailah membeli mesin jahit, dan sekarang hobi baruku adalah menjahit. Terutama menjahit tas dan pouch, tapi yang simpel-simpel aja. Dan... tetap ga bisa lepas dari 'passion'ku di dunia desain. Aku lebih suka memotret hasil karyaku dan dijadikan postingan di blog. ha ha ha, ketahuan kan, kalau kreasi sewing craft aku itu untuk mendukung minatku di dunia desain grafis. Ah, memang aku sudah menemukannya sejak dahulu, tapi kurang tegas aja dengan apa yang kumau. Jadinya muter kesana kemari dulu untuk mengetahui apa yang menjadi 'passion'ku.
Well, berbicara mengenai 'passion', apa sih itu? Menurutku, passion  adalah sesuatu yang membuatmu senang melakukannya dan menjadi sangat bersemangat. Apapun kegiatan yang kamu kerjakan, kamu akan selalu kembali pada passionmu itu. Tarikannya begitu kuat. Bahkan semacam panggilan jiwa yang membuat rasa penasaran seperti anak kecil yang ingin terus mencari tahu. Membuat hidup menjadi lebih seru dan menyenangkan. Membuatmu tahu apa yang harus dikerjakan dan lebih terarah. Sangat beruntung orang yang mempunyai pekerjaan yang sesuai dengan 'passion'nya. Aku berharap pilihan hidupku seperti itu.
So, apa passion mu? Apakah kamu sudah menemukannya? Apakah kerjaan yang kamu lakukan selama ini sesuai dengan hatimu? Cerita yaa....^^  I would love to hear...


26/11/2013

i won giveaway from Pink's!

Not so many giveaway event  i participated, but it feel sooo good if i can win some. One of them is from Pink's. Sorry for late posting in this blog. Thank you so much for your sweet little gift, mba Pingkan..! it's so lovely. i really appreciate it. I'm not really good in crocheting. Well, i try it once to learn, but i think i'm still having fun with the fabric, even though i enjoy to see other artwork in crochet.
As usual, i'm having fun too for taking picture of this beautiful artwork. Challenge for me to shoot small pieces object.


22/11/2013

my pink owl pouch cosmetic photo-taking story


Kali ini saya mau cerita sedikit mengenai salah satu cara saya memutuskan foto mana yang akan saya gunakan untuk diposting di blog. Saya menggunakan salah satu kreasi pouch saya sebagai objek foto kali ini. Kain yang saya gunakan untuk cosmetic pouch ini adalah kain cotton oxford favorit saya dengan motif owl yang cute ^^. Saya melapisnya dengan adhesive batting korea 4 oz yang lumayan tebal, sehingga pouch kelihatan tegap, tapi tidak terlalu kaku.

Pertama-tama saya mengambil foto pouch ini di dalam rumah, pada malam hari dengan kondisi hanya menggunakan bantuan lampu ruangan saja. Foto-foto di bawah ini adalah sebagai contoh yang TIDAK saya sarankan untuk digunakan memotret hasil kreasi craft.

Coba kita bahas masing-masing foto.
Pada foto A, dengan penerangan seadanya saya meletakkan kreasi saya di lantai dan memotret dengan posisi saya berdiri. Saran: jangan pernah menggunakan latar/background lantai bekeramik untuk memotret kreasi, baik itu siang atau malam. Menurut saya, selain membuat pantulan cahaya yang kurang bagus, kesannya juga kreasi kita tidak dihargai.
Pada foto B, masih dengan penerangan seadanya, saya memotret pouch yang saya letakkan di atas tempat tidur. Kesalahan dalam foto ini adalah, saya mengambil gambarnya kurang tajam, jadi foto tampak blur, jadinya tidak bagus. Saran: kalau memotret di atas tempat tidur, pastikan sepreinya rapi jali, jadi pada saat difoto, tidak mengesankan kalau kreasi kita itu fotonya di atas tempat tidur. kecuali memang kreasi seperti bantal misalnya yang memang cocok. Yang kedua, masih pada foto B, saat pengambilan gambar yang kurang fokus atau tak stabil sehingga efek guncangan saat menekan tombol kamera menyebabkan foto menjadi blur. Jangan gunakan gambar yang buram, blur/kabur atau gelap
Pada foto C. Karena pencahayaan ruangan kurang, saya menggunakan flash dan meletakkan kreasi di atas kursi yang menggunakan kulit (imitasi). Peringatan: NO!, jangan pernah gunakan flash, apalagi saat memotret di dalam ruangan. Pantulan yang dihasilkan menjadi tidak alami.
Pada foto D. Masih menggunakan flash.... Peringatan keras: NO FLASH!
Kalau menggunakan background di lantai, di tempat tidur, atau di kursi berkulit ga boleh, terus boleh dong saya pakai kain motif yang cantik untuk menjadi latar? Hehehe... kalau yang satu ini, lihat-lihat dulu. Pouchnya sendiri sudah rame dengan motifnya, saran: jika kreasi kita sudah bermotif rame, latar atau backgroundnya jangan ikutan heboh juga, gunakan latar yang polos atau motif dan warna lembut yang serasi, jadi kreasi kita kelihatan lebih menonjol.

Well, akhirnya saya mencoba memotret di luar ruangan. Di teras rumah saya. Penerangan hanya dari sinar matahari yang kebetulan cuaca saat itu berawan, cocok untuk pemotretan luar ruangan. Cari tempat teduh  yang tidak terkena sinar matahari langsung. Saya juga menggunakan sebilah papan yang ada di sekitar sebagai latarnya.

Kemudian saya memotret kreasi saya dari berbagai sudut. Dari atas, samping kiri, samping kanan, muter badan sampai meliak liuk, sambil jongkok, berlutut, nungging, sampai menemukan sudut yang cocok. Yaa... ga gitu kali deh, sedikit jaim juga pas motret ^_^  (Hehehe, karena motret di depan rumah, waktu itu saya lihat-lihat juga jangan sampai ada tetangga yang menatap saya aneh saat action memotret. Untung para tetangga dah pada ngerti kalau saya hobi motret, jadi kalau lihat pun paling pura-pura ga liat, hihihi...)
Hanya untuk satu pouch ini saya bisa memotretnya sampai 100 kali, untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan bagus menurut saya.

Kira-kira inilah beberapa potongan gambar yang saya ambil sebelum saya memutuskan pakai yang mana. Ada foto pouch dengan posisi lurus, sedikit miring, disandarkan, arah depan atau dari arah belakang. Yang penting komposisi fotonya harus pas di mata saya. Sebagai tambahan info, saya lebih suka jika posisi pouch saat difoto itu sedikit miring, tapi tetap balance kelihatannya. Kemudian saya juga mencoba menggunakan latar belakang karton putih, dan menambahkan bantuan cahaya lampu meja. Tiba-tiba saya teringat untuk menambahkan beberapa perlengkapan kosmetik saya sehari-hari seperti bedak dan kawan-kawannya sebagai pelengkap dan pemanis foto. (itu kosmetik awet udah setahun yang lalu beli belum banyak berkurang, secara saya ga doyan dandan hihihi...^^)

Lalu saya transfer semua hasil foto di kamera ke komputer dan saya pilah pilih mana tampilan yang bagus. Dari beberapa yang saya pilih baru saya edit menggunakan adobe photoshop. Foto yang saya edit hanya di bagian pencahayaannya saja, supaya menjadi lebih terang dan warnanya lebih dramatis.


Foto di atas adalah sebelum diedit.


Setelah diedit, dengan hanya menaikkan level brightness nya saya mendapatkan foto yang lebih terang dan warna yang lebih tajam. Bandingkan kedua foto di atas, mana yang lebih enak dilihat?
Tidak lupa, sebelum posting foto ke blog, menambahkan watermark logo Craftalova demi keamanan.

Akhirnya dari seratusan foto, yang saya pilih ada tiga. Salah satunya untuk keperluan cover postingan ini, saya melebihkan sedikit space untuk membuat judul tulisan. Yang dua lagi, hmm...., masih bingung memilih yang mana yang mau dipakai. Kira-kira foto mana yang lebih menjual ya jika saya ingin menjual pouch saya ini?
yang ini?

atau yang ini?

Apapun pilihannya, pouch ini tidak akan saya jual.... he he he  :P

Setiap orang punya citarasa sendiri dan berbeda-beda di dalam melihat ataupun menghasilkan sebuah karya foto yang bagus. Bagi saya, entah kenapa makin lama, gaya tampilan foto saya sebagian besar cenderung menyukai yang terang dan berwarna. Meskipun saya juga suka dengan foto-foto gaya vintage atau retro seperti hasil foto menggunakan aplikasi Instagram. Lama kelamaan akan ketemu sendiri gaya foto yang paling nyaman buat diri kita. So, jika kamu punya selera sendiri di dalam berphotography ria, semoga postingan saya ini bisa memberi gambaran umum, bagaimana proses pendokumentasian melalui pemotretan sebuah hasil karya itu dihasilkan dan dapat dinikmati orang banyak.

Okey, cerita kali ini adalah awal dari sekian seri craft photography yang insyaAllah saya rencanakan akan saya posting di blog ini.

Semoga menginspirasi. ^_^

Note:  Saya bukan ahli dalam photography, tapi saya senang belajar dan berbagi ilmu yang saya dapat, jika kamu crafter dan merasa ingin memperbaiki tampilan foto craftmu, yuk gabung di Facebook Group Craftalova Fabric Club, jangan segan untuk posting hasil foto kreasi craftmu dan siap untuk dikritik dan diberi masukan yang membangun oleh teman-teman saya di grup ^_^. semoga bermanfaat.

*all photos in this post are belong to ayu ovira taken in banda aceh, november 2013. do not copy or share without my permit. thank you.

18/11/2013

Craftalova Creative Challenge: First Attack! (end Nov 15th, 2013)

Bulan Oktober 2013 yang lalu, Craftalova mengadakan challengenya yang pertama untuk para member FB Group Craftalova Fabric Club. Ketentuanya adalah peserta terpilih akan dikirim sepotong kain katun linen berukuran masing2 20cm x 30cm. Motif kain ini adalah design dari Cottonville Creative Design - Petite Aztec. Tantangannya adalah potongan kain tersebut dikreasikan sesuai dengan ide dan kreatifitas peserta. Boleh dipadupadankan dengan bahan lain. Hasil kreasi difoto dan diposting di wall FB group Craftalova Fabric Club.
Pengiriman potongan kain dengan surat berprangko via pos. (Alhamdulillah... terimakasih Pak Pos, suratnya sampai ke alamat masing2 meskipun butuh semingguan lebih...^^) ~ Serasa bernostalgia jaman dahulu surat-suratan sahabat pena saat belum kenal dengan surat elektronik seperti sekarang. ~

photo: Raihana Mahmud
photo: Rini Hastuti
----------------------------------------------------

... dan WOW, hasil kreasi mereka cantik dan keren....! They are such talented people...! Yuk kita lihat hasil kreasi mereka.

  1.
Sewing Wallet by Elisabeth Davina
FB Page Sew in Love
Seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kutoarjo, kota kecil 1,5 jam dari Jogja. Belajar menjahit sejak kecil secara otodidak dari ibu dan  internet. Namun demikian masih pengen ikut kursus jahit juga. Ibu dengan 3 orang anak ini memiliki hobi baca buku, tenis meja, dan menjahit (pastilaahh.. ^_^). Cita-citanya pengen punya penjahit 10 dan produk handmadenya dikenal banyak orang. 


2.
diary cover and camera envelope by Arum Labyrinth Hijau
FB Labyrinth Hijau
Librarian ini bernama Arum dan suka dengan semua yang berbau craft terutama embroidery (menyulam),  berawal dari melihat Sashiko. Arum juga masih pengen banyak belajar membuat ini itu. 


3. 
Envelope Phone Case by Rini Hastuti
Blog Kalengmimpirini
Seorang fresh graduate yang ingin menjadikan crafting bukan lagi hanya sekedar hobi tapi menjadi sebuah karir. menyukai segala hal yang berbau fancy dan gemar mendengarkan musik musik indie.


4. 
Book Cover by Raihana Mahmud
Blog One Stop Craft.
Seorang istri dan ibu rumah tangga yang berasal dari Banda Aceh, Indonesia dan sekarang menetap di Kuala Lumpur, Malaysia. Ibu satu orang putri ini menyukai dunia craft sejak SD, dan selalu menyukai pelajaran keterampilan dan akan berusaha menyelesaikan karya keterampilan yang diajarkan guru dengan sebaik-baiknya. Meskipun mendalami patchwork dan appliqué sejak 4 tahun lalu, tapi tetap menyukai jenis kerajinan tangan apa saja dan masih terus mempelajarinya satu persatu. Mengajar adalah kegemarannya. Menurutnya ada kepuasan tersendiri bila seseorang mampu menyerap ilmu yang diajarkan dan dikembangkannya.


5.
Simple Travel Pouch by El Shinta Betria
Blog Sikomi 
Seorang ibu rumah tangga yang menyukai needlework dan aktifitas kreatif lain di kala senggang sekarang sedang asyik belajar menjahit terutama pakaian dan tas. 


6.
Vintage Bag by Aryanti Ramadhani
Blog lavita ebella
Dhani Aryanti dengan ‘lavita ebella’ nya mulai berkarya pada tanggal 12-12-12 di Yogyakarta. lavita ebella diadopsi dari bahasa Italia "la vita è bella" yang berarti "life is beautiful". Life is beautiful adalah prinsip hidupnya & keluarga. Hadir karena kebutuhan untuk berkarya, melalui lavita ebella, Dhani ingin menghasilkan karya yang dikenal orang, karya yang bermanfaat bagi orang lain dan pastinya karya yang disukai orang banyak. Berkarya & terus bermanfaat. Membuat lavita ebella bisa menjadi sebuah corporate, itulah impiannya

------------------------------------------------------------

Terimakasih buat teman2 yang sudah ikutan challengenya Craftalova ^_^.  

10/11/2013

sweet gift

Alhamdulillah, diminta mengisi kelas blogging di grup IIHC, walhasil saya dapat kenang2an manis ini dari mba Nurul Mommykawai. Pouch cantik dengan kembang mekar adalah dari mba Nurul, kreasi dari Enno Hayano Handmade. Sedangkan yang pencil case adalah kenang-kenangan dari Enno sendiri. Asyiik... Thank you mommy Nurul and Enno... ^_^. sukses buat kalian berdua...!


05/11/2013

Pre Order 12

 Craftalova open pre order lagi, buat teman2 yang mau pesan kain-kain cantik untuk kreasi handmade seperti tas, dompet, pouch, home decor, dan lain sebagainya. Atau mau pesan plastik laminating untuk melaminasi kain ;). Yuk kunjungi Facebook Page Shop Craftalova untuk melihat-lihat item yang bisa diorder. Silakan baca petunjuk cara mengordernya di sini
And... special for you my blog reader, you can get 10% off.
Spesial untuk pembaca blog Craftalova, ada diskon khusus 10% untuk setiap pembelian (di luar ongkir) selama Pre Order #12 ini. Silakan inbox ke FB Page Craftalova atau email ke ayuovira@facebook.com untuk pemesanan dengan disertai kode kupon diskon: 
HAPPYNOVEMBER10%
(langsung tulis kode kuponnya saat pemesanan ya, saya ga kan nanya2, he he he...^^)
jangan sampai ketinggalan ya!
Jadwal PO#12 dari tanggal 5-11 November 2013

Happy shopping! ^__^